Youtube, kata kasar dan anak.

Kesalahan adalah pembelajaran.

Hari ini saya dan Komang Rara Supras mendapat email dari Guru kelas #GalangPrasdana di SMM. Ibu guru melaporkan Galang mengetik kata-kata yang tidak sopan (pantas) di chat zoom kelas.

Kebetulan saat kelas tadi saya tidak bisa menemani Galang penuh saat kelas. Hanya diawal saat persiapan dan kelas baru dimulai serta saat penutupan untuk memastikan Galang mengerjakan tugasnya.

Pemberitahuan dari Guru kelas Galang cukup mengejutkan dengan lampiran tangkapan layar kalimat-kalimat yang diketik Galang. Sepengamatan saya tadi, Galang mengikuti kelas dengan baik, riang, dan tidak ada merasa terpaksa. Jika sedang tidak mood belajar, Galang biasanya akan banyak tingkah dan cenderung membantah bahkan menangis. Tapi tidak saat kelas tadi.

Saya tentu pernah membayangkan hal ini akan terjadi, mengingat keterpaparan Galang yang cukup tinggi dengan youtube, roblox, dan game minecraf. Serapan kata atau kalimat yang kasar atau tidak pantas sering kali didapatkan dari media-media itu. Saya tidak melarang Galang mengkonsumsi youtube atau game roblox. Karena saya yakin suatu saat dia akan terpapar juga entah dari mana. Kewajiban saya sebagai ortu adalah memberitahu dan menjelaskan arti serta akibat dari penggunaan kata-kata kasar itu.

Selain itu, kemampuan Galang berbahasa Inggris memang sebagian besar didapatnya dari menonton video youtube. Sejak kecil Galang belajar mengenal huruf, binatang, dan aneka pengetahuan dari video-video di youtube. Semenjak mengenal game minecraf Galang mulai senang menonton tutorial game serta youtuber gamer. Saya pernah mencoba mengajaknya untuk membuat video review atau bermain game untuk diupload di youtube namun Galang tidak mau karena malu. Saya pun tidak memaksanya. Belakangan Galang sedang suka memainkan dan menonton video tentang game roblox. Keterpaparan Galang akan aneka bahasa yang digunakan para youtuber gamer itupun semakin deras. Termasuk aneka kata dan kalimat kasar atau kurang pantas.

Saat ketahuan mengucapkan kata kasar, saya akan beri penjelasan jika kata yang dia tiru dari media itu tidak baik atau tidak pantas diucapkan. Karena akan membuat orang tersinggung, marah atau sedih. Tentu saja beberapa kali Galang keceplosan dan mendapat teguran dari Bapak atau Ibu yang kebetulan mendengarnya.

Galang tahu akan konseskuensi dari melakukan kesalahan kembali setelah mendapat teguran pertama dan kedua. Galang akan mendapat hukuman yang dia tidak sukai seperti tidak boleh menonton youtube atau main game dalam beberapa waktu. Hukuman terlama yang sudah pernah dirasakan adalah tidak menonton Youtube selama 1 bulan.

Untuk kesalahan kali ini sepertinya akan lebih lama. Namun saya rasa hukuman hanya salah satu konsekuensi logis dari perbuatan. Saya tuliskan panjang kejadian hari ini juga sebagai pengingat saya dan Rara agar bisa memahami bagaimana kesalahan itu bisa terjadi. Ada peran orang tua yang lalai dan faktor-faktor lain bukan hanya kesalahan anak.

Hari ini akan saya coba untuk berdiskusi dengan Galang tentang alasan mengapa dia melakukan hal itu. Tujuan dan perasaannya saat melakukan hal tersebut. Semoga bisa menjadikan pembelajaran untuk Galang dan juga kami sebagai orang tua. Kejadian ini juga saya unggah di facebook dan whatsapp group Bali Blogger Community untuk mendapat masukan kawan-kawan yang mungkin punya pengalaman sama. Ternyata banyak kawan yang memiliki tantangan yang sama dalam pengasuhan anak. Memang benar setiap zaman memiliki tantangannya sendiri. Sebagai orang tuapun kita harus terus berlajar dan berusaha adaptif.

Puku 20.30 saya dan bu Rara mengajak Galang berdiskusi tentang kejadian hari ini. Kurang lebih sekitar 25 menit. Kami sebagai ortu mencoba menggali perspektif Galang tentang apa yang telah dilakukannya. Kami sedikit kejar alasan-alasan dia sampai chat kata kasar saat kelas live tadi pagi. Tantu ada kronologis atau pemicunya. Pengakuan Galang, dia mengetik kalimat kasar karena dia merasa kawan-kawannya mengabaikan chatnya sebelumnya. Ok, namun rekasinya Galang ketika merasa terabaikan tidak tepat dan menyakit perasaan orang lain.

Dia tahu itu salah dan bersedia minta maaf karena telah membuat teman, guru, dan orang tuanya sedih. Sekarang Galang mendapat tugas untuk belajar menulis permintaan maaf yang akan disampaikan saat kelas live berikutnya. Kesalahan sudah terjadi, tinggal diambil hikmahnya untuk diperbaiki kedepannya.

Tapi tetap Galang harus terima konsekuensi dari perbuatanya. Tidak boleh menonton youtube selama sebulan dulu sambil evaluasi. Case closed untuk kasus ini. Bersiap untuk tantangan lain pengasuhan kedepannya 😀 Terima kasih teman-teman yang telah berdiskusi, berbagi pengalaman dan memberi masukan.  🙏

Leave a Reply